HALAMAN

Friday, July 24, 2020

Tugas Pengendalian Mutu Proyek Pertemuan Ke 10

Rencana Mutu Kontrak (RMK)

Pengertian Rencana Mutu Kontrak :
Rencana Mutu Kontrak adalah suatu pedoman jaminan mutu dalam pelaksanaan pekerjaan agar produk akhir pekerjaan sesuai dengan syarat teknis yang tercantum dalam kontrak.
Rencana Mutu Kontrak (RMK) ini digunakan untuk memonitor dan menilai pelaksanaan / penerapan spesifikasi teknik yang melekat pada kontrak kerja konstruksi antara PPK PAT Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Pelaksana Pengelolaan Sumber Daya Air dengan Penyedia Jasa PT. SDA.

Sedangkan tujuannya adalah sebagai alat kontrol/pengendali terhadap mutu suatu pekerjaan, apakah semua item pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi atau kriteria yang berlaku, sehingga apabila terjadi suatu penyimpangan, maka dengan adanya Rencana Mutu Kontrak (RMK) dapat diketahui dari awal dan kesalahan yang lebih fatal dapat dihindari, serta kualitas pekerjaanpun dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan yang diharapkan.

Di bawah ini Contoh susunan Rencana Mutu Kontrak
Cover (Halaman Depan)
RENCANA MUTU KONTRAK

PEKERJAAN  : [Nama Pekerjaan sesuai Kontrak]
LOKASI   : [Lokasi Pekerjaan sesuai Kontrak]
PELAKSANA  : [Nama Kontraktor Pelaksana]
KONSULTAN SUPERVISI : [Nama Konsultan Pengawas/Supervisi]

TAHUN ANGGARAN 20…..


DAFTAR ISI


DAFTAR ISI

BAB I  PENDAHULUAN

BAB II  UMUM
  Tujuan
  Informasi Pemilik
  Identitas Pekerjaan
  Diskripsi Pekerjaan

BAB III  STRUKTUR ORGANISASI DAN URAIAN TUGAS
  Struktur Organisasi
  Uraian Tanggung Jawab

BAB IV  RENCANA MUTU KONTRAK
  Bagan Alir Kegiatan Pelaksanaan
  Daftar SP, SD, dan IK
  Ringkasan Spesifik Teknik
  Jadual Pelaksanaan
  Metode Pelaksanaan
  Kriteria Penerimaan
  Rencana Pemeriksaan dan Pengetesan
  Daftar Monitoring Kerja
  Daftar Peralatan
  Check List
  Audit Mutu Pekerjaan

BAB V  PENUTUP

LAMPIRAN-LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN

Uraikan latar belakang adanya pekerjaan yang dilaksanakan antara Kontraktor Pelaksana, dengan nomor kontrak, ruang lingkup, Kontrakro Supervisi,  Pemberi Pekerjaan, dan tahun anggaran. Tujuan adanya Dokumen Mutu Kontrak ini dikaitkan dengan keinginan pemberi kontrak, dikaitkan dengan pengendalian kuantitas dan kualitas pekerjaan, selain itu juga dikaitkan dengan kesesuaian spesifikasi, jadual pelaksanaan, dan metode kerja.

Untuk lebih efisiennya pelaksanaan pengendalian mutu atas/produk pekerjaan tersebut, perlu adanya jaminan mutu terhadap ketaatan dan konsisten dalam penjalankan prosedur mutu yang telah ditetapkan dalam proses pelaksanaan dan dokumen kontrak.

Adapun dokumen-dokumen acuan yang digunakan untuk pengendalian mutu pekerjaan agar sesuai dengan yang diinginkan adalah antara lain: Dokumen Pengadaan, Dokumen Kontrak, Berita Acara, dan Kesepakatan-kesepakatan perubahan yang disetujui bersama antara Pemerintah, Pelaksana, dan Konsultan Pengawas.

Oleh karena itu, perlu disusun Rencana Mutu Kontrak guna memenuhi mekanisme hubungan antara system jaminan mutu seri ISO 9001: 2000 terhadap spesifikasi teknis dan gambar kontrak.

Rencana Mutu Kontrak ini nantinya digunakan Dinas Pertambangan dan Energi sebagai alat untuk menamin agar spesifikasi teknis dan gambar kontrak dijalankan secara benar sebagaimana ketentuannya.

 BAB II
UMUM

TUJUAN
Rencana Mutu Kontrak ini dimaksudkan untuk menerapkan lingkup prosedur jaminan mutu dan tujuan mutu kontrak serta hal-hal lainnya yang timbul dalam proses pelaksanaan.
Tujuan rencana Mutu Kontrak ini untuk menentukan arah pengendalian proses pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat diharapkan memperoleh produk yang bermutu sesuai perencanaan dan dokumen kontrak.

Pedoman ini diterapkan dalam proses pelaksanaan pekerjaan untuk memantau dan menilai spesifikasi teknis kontrak, sehingga dimungkinkan adanya prosedur tambahan untuk mendukung rencana mutu.

INFORMASI PEMILIK
Nama Kegiatan  : [Diisi sesuai dengan Nama Kegiatan]
Kabupaten/Kota : [Lokasi Pekerjaan Kabupaten/Kota]
Dinas   : [Dinas atau Nama Satuan Kerja]
Pengguna Anggaran : [Kuasa Pengguna Anggaran Barang/Program/Kegiatan….]
Alamat   : [Alamat Dinas/Satker]

IDENTITAS PEKERJAAN
Lokasi Pekerjaan : [Lokasi sesuai Kontrak]
Sumber Dana  : [APBN/D/yang lain]
Nilai Pagu  : [Nilai Pagu]
Nomor Kontrak  :
Tanggal Kontrak :
Konsultan Supervisi : [Nama Konsultan Supervisi]
Nama Pelaksana : [Nama Kontraktor Pelaksana]
Waktu Pelaksanaan : Sesuai Dokumen Kontrak
Waktu Pemeliharaan : [Sesuai Kontrak]


DISKRIPSI PEKERJAAN


A.      UMUM
Pekerjaan Pengawasan Pekerjaan [isi nama pekerjaan] mencangkup pengawasan prosedur, pengawasan mutu (kualitas), pengawasan volume (kuantitas), pengendalian waktu pelaksanaan, pengawasan metode kerja, dan pengawasan pengetasan hasil [pekerjaan sesuai nama pekerjaan] yang akan dilaksanakan/dikerjakan oleh pelaksana pekerjaan di [lokasi pekerjaan sesuai kontrak]. 

B.      VOLUME PEKERJAAN
Rekapitulasi Pekerjaan






BAB III
STRUKTUR ORGANISASI DAN URAIAN TUGAS


STRUKTUR ORGANISASI
{Contoh di bawah adalah hasil Pekerjaan Konsultan Supervisi, struktur organisasi dan uraian pekerjaan bisa disesuaikan dengan jenis pekerjaan!]
 



URAIAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
Direktur
-          Melaksanakan semua ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian Pemborongan Pekerjaan

Team Leader
-          Bertanggung jawab atas terlaksananya pekerjaan di lapangan sampai tuntas.
-          Memimpin tim di lapangan, mewakili perusahaan, bertanggung jawab sepenuhnya pekerjaan sampai selesai.
-          Bersama direksi memeriksa dan mengevaluasi semua hasil pekerjaan tim dan menyetujui pekerjaan bersama-sama dengan direksi dan pelaksana.
-          Menghadiri dan mewakili rapat-rapat bersama dengan PPTK dan direksi pekerjaan.
  
Koordinator Pengawas
-          Memimpin tim pengawas lapangan untuk mengawasi semua hasil pekerjaan, prosedur, tata administrasi, syarat-syarat bahan, dan spesifikasi.
-          Memeriksa kedatangan barang bersama-sama pengawas internal yang ditunjuk oleh PPTK.
-          Menyetujui barang bersama-sama PPTK.
-          Koordinator Pengawas membawahi beberapa tim lapangan guna mendistribusikan tugas-tugas lapangan.

Pengawas Lapangan
-          Mengawasi [pemasangan/pekerjaan] di lapangan.
-          Mengoreksi saat ada kekeliriuan pemasangan/hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak.
-          Mencatat ketimpangan-ketimpangan pemasangan/pekerjaan sesuai kontrak.
-          Melaporkan ketimpangan-ketimpangan yang ditemukan.
-          Patuh dan tunduk pada Koordinator Pengawas.

Pengawas GPS
-          Mengawasi pemasangan/pekerjaan sesuai dengan koordinat penerima yang direkam dengan alat penerima GPS.
-          Merekam data GPS ke Komputer guna pendataan.
-          Pengawas GPS memiliki tim untuk mendistribusikan tugas-tugas di lapangan.

Pengawas Lapangan GPS
-          Mengawasi penitikan koordinat-koordinat pekerjaan dengan Alat GPS yang direkam dan dilaporkan ke Pengawas GPS.

Tenaga Ahli ….
-          Memeriksa kualitas pekerjaan sejak penerimaan barang sampai pemeriksaan uji laboratorium, uji test, uji kelayakan, atau uji sesuai standar yang dipersyaratkan di kontrak.
-          Bertanggung jawab terhadap pemeriksaan mutu yang disajikan oleh Kontraktor Pelaksana.
-          Bersama-sama dengan direksi menyetujui hasil pekerjaan.


BAB IV
RENCANA MUTU PEKERJAAN


BAGAN ALIR KEGIATAN
Bagan alir pokok kegiatan adalah urutan pelaksanaan dari paket pekerjaan yang akan dilaksanakan sesuai dengan jenis pekerjaan (lampiran 1)

DAFTAR STANDAR PROSEDUR, STANDAR DISAIN, DAN INSTRUKSI KERJA
Dalam pelaksanaannya, rencana mutu kontrak harus dibuat rangkuman guna mengetahui jumlah dari standar prosedur, standar disain, dan instruksi kerja (lampiran 2).

RINGKASAN SPESIFIKASI TEKNIS BAHAN, ALAT, DAN HASIL PEKERJAAN
Uraikan spesifikasi teknis Bahan, Alat, dan Hasil Pekerjaan
Uraikan Standarisasi yang diinginkan kontrak.
Uraikan Uji Lapangan yang diinginkan kontrak.
Uraikan Hasil Kesaksian (Witness) yang dikehendaki oleh Kontrak.
Dan seterusnya.

JADWAL PELAKSANAAN
Jadual pelaksanaan merupakan uraian secara rinci dari volume pekerjaan terhadap waktu pelaksanaan yang disajikan dan diuraikan secara mendetail termasuk prosedur pengiriman barang, penerimaaan barang, pemeriksaan barang, dan distribusi barang yang didalamnya diperhitungkan tingkat kesulitan lapangan, cuaca, dan kendala-kendala non teknis.

Dikarenakan sifat pekerjaan ini adalah pengadaan bahan yang terpasang, maka jadual pelaksanaan berupa kurva balok urutan pekerjaan dari pengiriman barang, penerimaan, dan pemasangan di lapangan.
Jadual pelaksanaan, menyesuaikan pelaksanaan dari Pihak Pelaksana.

KRITERIA PENERIMAAN
Pedoman untuk melaksanakan pekerjaan dengan kriteria yang ditetapkan (lampiran 4)

RENCANA PEMERIKSAAN DAN PENGETESAN
Dalam rencana pemeriksaan dan pengetesan hal-hal yang dilakukan mencakup meliputi jenis inspeksi, frekunesi, kriteria penerimaan, alat yang dipakai, penanggung jawab (lampiran 5)

DAFTAR MONITORING KERJA
Daftar yang memuat jumlah kegiatan yang dilakukan oleh pelaksana pekerjaan di mana kegiatan tersebut berhubungan dengan kegiatan pengendalian mutu (kualitas) yang meliputi kegiatan antara lain check list, inspeksi, dan test (lampiran 6).

DAFTAR PERALATAN
Dalam pelaksanaan pemasangan PLTS 30 WP, diperlukan peralatan guna melaksanakan pekerjaan (lampiran 7).

CHECK LIST
Sebelum pekerjaan dilakukan harus mendapatkan ijin dari pengawas yang ditugaskan oleh Kepala Satuan Kerja/PPK dan dituangkan dalam bentuk Check List (lampiran 8).

AUDIT MUTU PEKERJAAN
Audit mutu pekerjaan setiap saat harus dilakukan oleh Pengawas Mutu dari kontraktor pelaksana pekerjaan (lampiran 9).

  
BAB V
PENUTUP


Dengan selesainya penyusunan buku Rencana Mutu Kontrak ini diharapkan agar supaya dapat digunakan sebagai pedoman guna pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan Surat Perjanjian Pemborongan Pekerjaan yang sudah ditandatangani ketiga belah pihak—pemerintah, pelaksana, dan pengawas dan apabila ada kekuarangan-kekurangan agar dapat dikoreksi serta mohon maaf yang sebesar-besarnya

Friday, July 17, 2020

Tugas Pengendalian Mutu Proyek Pertemuan Ke 9



Spesifikasi Teknis dan Syarat untuk Item Pekerjaan

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan sebuah pembangunan bangunan gedung, antara lain;

Aksesibilitas, Alat Angkut dan Alat Angkat.
Ketiga hal yang disebutkan diatas adalah faktor awal yang harus anda perhatikan saat anda sebagai pelaksana lapangan mempersiapkan sebuah pembangunan gedung. Tanpa persiapan yang matang mengenai ketiga faktor diatas, jadwal pelaksanaan pekerjaan anda akan terganggu dan bahkan bisa saja pekerjaan anda terhenti beberapa saat. Karenanya meneliti ketiga hal di atas satu per satu wajib anda lakukan.
Untuk pekerjaan pembangunan lancar, anda perlu memperhatikan hal-hal ini :
a.    Jalan Masuk
Jalan masuk harus diperhatikan untuk menjamin kelancaran pengangkutan material lokal, material fabrikasi, peralatan, dll. Sebaiknya jalan masuk memiliki lebar yang cukup untuk alat angkut anda. Perhatikan pula bahwa akses yang perlu anda siapkan adalah akses kedalam site anda (off site) dan akses di dalam site anda (on site). Mengapa akses didalam site perlu diperhatikan? Karena alat angkut yang nantinya akan bermanuver di dalam site anda harus terjamin kelancarannya. Selain itu dengan memperhatikan akses internal site ini anda dapat memperkirakan perletakan material dan alat-alat lainnya secara cermat. Ingatlah bahwa kesalahan meletakkan material dan alat menyebabkan anda akan membuang waktu untuk melakukan relokasi saat manuver alat angkut anda terganggu karena salah meletakkan material & alat tadi.
b.    Site Plan
Lahan pada lokasi proyek harus direncanakan dengan sebaik-baiknya untuk keperluan menampung dan mengatur seluruh kegiatan yang ada di lokasi yaitu paling tidak : (1) Kantor proyek atau direksi keet, (2) Gudang (terbuka/tertutup), (3) Barak kerja material fabrikasi, (4) on site acces, (5) fasilitas lain. Bila lahan proyek sangat terbatas, maka perlu pemanfaatan lahan lain yang berdekatan atau bila terpaksa gunakan lahan bangunan permanen secara sementara dengan penjadwalan yang rinci agar tidak mengganggu kelancaran pekerjaan.
c.    Pedoman Pengukuran
Agar bangunan anda dapat diletakkan pada posisi yang diinginkan sesuai rencana maka diperlukan pedoman pengukuran yaitu pedoman titik koordinat (Bench Mark) dan ketinggian (Elevation). Elevasi berguna untuk menentukan posisi + 0,00 pada bangunan anda.
d.    Alat Angkut
Alat angkut diperlukan untuk membawa material lokal, material fabrikasi, peralatan, dll. Ingatlah bawa beberapa material fabrikasi memiliki modul yang sudah baku sehingga anda harus mempersiapkan alat angkut yang  cocok dengan material yang anda butuhkan. Volume material yang anda butuhkan secara regular juga harus dihitung agar alat angkut anda bisa mensuplai pekerjaan anda dengan lancar. Yang dimaksud “dengan lancer” adalah jangan sampai terjadi kelebihan volume material yang pengerjaannya tidak sesuai urutan jadwal pelaksanaan atau kekurangan material pada saat jadwal pelaksanaan sangat ketat/kritis.
e.    Alat Angkat
Kegiatan transportasi vertikal merupakan jantung kegiatan pelaksanaan pembangunan gedung, karena itu pemilihan alat angkat serta letak dan pergerakannya perlu direncanakan dengan matang.
Ada beberapa jenis alat angkat yaitu :
1.    Alat angkat barang-barang kecil & orang yaitu passenger hoist berbentuk tertutup dan memiliki pintu untuk keluar masuk. Alat ini dilayani seorang operator dan bergerak secara vertikal pada tiang rangka baja yang menempel pada gedung.
2.    Alat angkut barang-barang besar dan berat yaitu  mobile crane atau tower crane. Mobile crane ada yang menggunakan wheel (roda ban) dan ada pula yang menggunakan crawler (rantai baja), digunakan untuk gedung dengan ketinggian rendah (dua atau tiga lantai). Sedangkan Tower Crane digunakan untuk transportasi vertikal pada high rise building. Tower Crane ada yang statis (berdiri pada pondasi dan dikaitkan ke gedung), ada yang berdiri bebas dan ada yang bergerak turun naik dengan bertumpu pada lantai bangunan yang telah selesai (climbing crane).



Interpretasi Gambar Kerja dan Spesifikasi Teknis
Seorang pelaksana lapangan pekerjaan gedung harus mampu membaca gambar kerja secara cermat dan teliti sehingga mampu membuat instruksi kerja secara benar. Spesifikasi teknis adalah acuan baku mutu bagi seorang pelaksana lapangan dalam mengendalikan pekerjaan baik mutu waktu, mutu material, mutu tenaga maupun mutu biaya. Langkah-langkah yang perlu dilakukan seorang pelaksana lapangan dalam membaca gambar kerja adalah :
a.    Mengidentifikasi gambar kerja dan spesifikasi teknis
Ada beberapa jenis gambar kerja yaitu gambar situasi, gambar denah, gambar perspektif dan gambar detail. Gambar-gambar ini berfungsi sebagai acuan untuk pelaksana lapangan dalam memberikan arahan kepada tukang dan pekerja dalam mengerjakan tiap item dalam kontrak anda.
Spesifikasi teknis adalah persyaratan khusus yang harus dipenuhi oleh pelaksana lapangan baik dari sisi dimensi strukturnya, kualitas maupun kuantitasnya. Persyaratan khusus ini erat hubungannya dengan persyaratan mutu material, mutu alat dan alat berat, mutu SDM serta dimensi struktur. Dalam mengidentifikasi gambar kerja, mintalah pemilik gedung untuk menyediakan gambar-gambar dibawah ini :
1.    Gambar site plan
2.    Gambar denah lantai
3.    Gambar perspektif
4.    Gambar kerja pekerjaan pondasi
5.    Gambar kerja pekerjaan pembetonan
6.    Gambar kerja pekerjaan bekisting, perancah/scaffolding
7.    Gambar kerja pekerjaan kusen pintu dan jendela
8.    Gambar kerja pekerjaan atap
9.    Gambar kerja pekerjaan plafon
10. Gambar kerja pekerjaan instalasi
11. Gambar kerja pekerjaan plumbing
12. Gambar kerja pekerjaan instalasi pemadam kebakaran
Jika gambar-gambar diatas lengkap tersedia maka anda siap dalam hal persiapan gambar kerja.Setelah gambar-gambar lengkap, segera identifikasi spesifikasi teknis.  Anda dapat mengidentifikasi spesifikasi teknis ini dengan cara melihat ke dalam kontrak. Baca dengan teliti dan catat syarat khusus material, peralatan dan alat berat dan persyaratan tenaga kerja yang dibutuhkan. Perhatikan juga metode kerja karena metode kerja ini adalah bagian dari spesifikasi teknis yang harus anda penuhi.

b.    Memeriksa kesesuaian gambar kerja dan spesifikasi teknis dengan prosedur
Cocokkanlah kesesuaian gambar kerja dengan kondisi lapangan. Apabila ternyata kondisi lapangan berbeda dengan gambar kerja, maka anda sebagai pelaksana lapangan harus membuat gambar ketidakcocokan tersebut dan melaporkan ke atasan anda yaitu manajer lapangan untuk dibuatkan gambar revisi yang nantinya akan disetujui oleh General Superintended dan pemberi tugas/pemilik gedung. Setelah gambar revisi disepakati maka dapat anda jadikan acuan untuk pelaksanaan pekerjaan.
Lakukan pemeriksaan terhadap ukuran, kualitas dan kuantitas material bangunan. Lakukan juga pemeriksaan terhadap kuantitas dan kualitas alat dan alat berat yang diperlukan. Jangan lupa mengecek tenaga kerja apakah sudah sesuai dengan item pekerjaan atau tidak. Jika terdapat ketidaksesuaian atau sulit mendapatkan spesifikasi yang diinginkan, laporkan hal ini kepada atasan anda untuk dicerikan solusinya. Solusi ini harus disetujui oleh GS dan pemberi tugas/pemilik bangunan.
Lakukan pemeriksaan apakah gambar-gambar kerja yang diperlukan sudah lengkap Setelah itu periksa bentuk bangunan yang akan dibangun. Cek lagi apakah dimensi/ukuran strukturnya menggambarkan bentuk bangunan yang diinginkan pemilik gedung dan setelah itu pilihlah metode kerja yang sesuai.
Periksalah gambar denah. Lihat ukuran ruangan (Panjang lebar dan tinggi dinding), periksa letak pintu dan jendela, letak dan dimensi kolom utama, letak dan arah naik tangga, letak KM/WC, letak lift (jika ada), perbedaan tinggi lantai dan arah pintu masuk/keluar utama.
Periksalah spesifikasi teknis mutu material, mutu SDM, mutu alat dan metode kerja. Buatkan daftarnya dan ajukan kepada atasan anda sebagai laporan.
c. Membuat hasil pemeriksaan gambar kerja dan spesifikasi teknis menjadi acuan pelaksanaan.
Lakukan prosedur dibawah ini jika gambar-gambar dan spesifikasi teknis telah siap
1. Buat penggandaan dokumen gambar kerja dan spesifikasi teknis yang telah disesuaikan dengan lapangan dan telah mendapat persetujuan GS dan pemilik gedung.
2.    Buat instruksi kerja kepada tukang dan pekerja
3.    Buat acuan baku mutu pekerjaan (material, alat & alat berat, tenaga kerja)
4.    Adakan pengontrolan pekerjaan dari sisi dimensi dan bentuk bangunan
5.    Buat daftar jenis pekerjaan yang harus anda laksanakan
6.    Hitung kebutuhan material, alat & alat berat dan juga kebutuhan tenaga kerja
7. Jadikan gambar dan speksifikasi teknis tadi sebagai acuan membuat jadwal pelaksanaan.
8. Teliti lagi spesifikasi teknis untuk material, alat & peralatan, pekerjaan tanah, pekerjaan pondasi, pekerjaan struktur & pekerjaan arsitektur

Penyusunan Program Kerja Pelaksanaan Pekerjaan


Seorang pelaksana lapangan pekerjaan bangunan gedung dalam melaksanakan tugasnya juga harus membuat program kerja secara cermat dan teliti sehingga bisa membagi waktu, material, tenaga dan alat kerja secara tepat. Tentu saja dengan berlandaskan pada gambar kerja yang telah diperbaiki dan spesifikasi yang telah diperbaharui.
Langkah-langkah yang perlu diperhatikan oleh seorang pelaksana lapangan dalam menyusun program kerja adalah :
a.    Melakukan identifikasi jenis pekerjaan, jenis material, jenis peralatan dan alat berat serta jenis tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kontrak.
Sebelum membangun anda akan membutuhkan informasi berapa sak semen yang akan dipakai? Berapa banyak besi yang akan digunakan dalam beton bertulang? Karenanya anda wajib mengetahui material apa saja yang dibutuhkan, kualitas material yang disyaratkan dalam kontrak dan seperti apa dasar perhitungan volume tiap jenis material. Jadikan pemeriksaan ini sebagai acuan bahan pemeriksaan material yang masuk dan keluar site anda. Identifikasikan jenis pekerjaan persiapan (pengukuran, land clearing, pematokan/bowplanning, dewatering, jalan masuk/keluar, direksi keet, Gudang, dll), jenis pekerjaan tanah (penyelidikan tanah, penggalian, pemadatan), pekerjaan pondasi (penetapan titik pancang, pemasangan pilecap, pemotongan tiang pancang, dll), pekerjaan struktur (pembetonan, pembesian, perancah/scaffolding, perawatan beton), pekerjaan arsitektur (kusen, pintu/jendela, plafon, plesteran, ornamen, pengecatan, pencahayaan, dll), pelaporan (harian, pekanan, bulanan, PHO, FHO).
Cek pula dengan teliti material pondasi (tiang pancang, pile cap, kawat las, dll), material pasangan/dinding/partisi (bata, semen, pasir ayakan), material beton (pasir, semen, zat aditif, perancah, bekisting), material perancah (besi/kayu), material atap/plafon (kayu, baja ringan, genting, seng, tripleks, gypsum), material instalasi air bersih/kotor (pipa, klem, sambungan pipa, perekat, aaccsesories, dll), material instalasi pemadam kebakaran (pipa, nozzle, hydran, dll).
Selain itu anda juga perlu mengidentifikasi alat dan alat berat apa saja yang anda butuhkan selama pelaksanaan. Hitunglah berapa banyaknya beton mixer, hitunglah berapa unit excavator, hitung juga berapa banyak dump truck yang anda butuhkan? Hitung semua jenis bersama volumenya. Hitunglah berapa banyak peralatan tukang batu, tukang besi, tukang kayu, juru ukur dan peralatan operator alat berat.
Peralatan dan material yang telah anda hitung perlu dihandle dengan benar. Karena itu ketahuilah jenis dan jumlah tenaga kerja yang anda butuhkan untuk setiap item pekerjaan.  Hitung produktivitas mereka dan jadikan hasil perhitungan itu untuk mengukur waktu penyelesaian pekerjaan anda.


Gambar Contoh Tabel Tenaga Kerja

b.    Membuat jadwal penggunaaan material, peralatan dan alat berat dan tenaga kerja sesuai dokumen kontrak.
Anda perlu mengontrol jadwal penggunaan material, alat berat dan tenaga kerja sesuai dengan waktu yang telah diprogramkan. Jadwal ini diperlukan karena tidak semua tenaga kerja akan berkerja secara bersamaan. Tukang ubin misalnya, tidak akan bekerja sebelum tukang beton selesai bekerja. Demikian juga tukang pasang atap baja ringan, tentu saja belum bisa dikerahkan sebelum struktur dibawahnya selesai dikerjakan.
Siapkan program kerja, buat daftar kebutuhan material setiap sektor, prediksikan kapan material dibutuhkan dan berapa besar volumenya, pertimbangkan alat angkutnya dan buat tabel penggunaannya.
Gambar contoh jadwal penggunaan material struktur atas

Buatlah jadwal penggunaan alat agar anda bisa memperkirakan kapan alat-alat itu dioperasikan atau dimasukkan kedalam site anda

Hitung jumlah tenaga kerja yang akan anda gunakan dalam proyek pembangunan anda. Ingatlah bahwa jika pelaksanaan pembangunan anda enam bulan maka tidak semua tenaga kerja akan bekerja full time dalam kurun waktu tersebut.
Buatlah jadwalnya seperti contoh tabel dibawah ini

c.    Membuat pelaksanaan pekerjaan yang sesuai dengan dokumen kontrak.
Jadwal pelaksanaan pekerjaan mutlak diperlukan untuk mengetahui bahwa pekerjaan dapat dimulai dan dapat diselesaikan dengan waktu yang telah direncanakan. Lakukan identifikasi item pekerjaan apa yang akan dilaksanakan, hitung nilai dan bobot masing-masing item, tentukan durasi pelaksanaannya, urutkan berdasarkan metode pelaksanaan dan hitung total waktu pelaksanaan sejak proyek dimulai hingga akhir.

Gambar contoh time schedule dalam bentuk kurva S

Mobilisasi Sumber Daya
Sumber daya adalah elemen penting bagi sebuah pembangunan. Seorang pelaksana lapangan harus menguasai seluk beluk sumber daya ini jika tidak ingin kegiatan pembangunan terlambat atau malah terhenti sama sekali. Untuk memobilisasi sumber daya, hal-hal dibawah ini harus dilakukan :
a.    Penentuan metode mobilisasi sumber daya yang sesuai dengan prosedur
Prosedur yang telah anda tetapkan diawal akan mempengaruhi metode mobilisasi sumber daya anda. Sebagai langkah awal, identifikasi jenis pekerjaan yang akan anda butuhkan dan jumlah sumber daya tenaga kerja yang diperlukan. Setelah itu berdasarkan jumlah tenaga kerja tadi hitung peralatan/alat berat yang dibutuhkan. Mobilisasikan alat berat sesuai kebutuhan pekerjaan. Terakhir, hitung pula material apa dan berapa volume yang akan dikerjakan oleh alat berat dan tenaga kerja tadi.
b.    Penentuan waktu mobilisasi sumber daya yang sesuai dengan prosedur.




Waktu untuk memobilisasikan sumber daya yang telah anda identifikasi dan hitung pada point a harus anda tentukan sebelum pekerjaan dimulai. Data-data yang telah ada sebelumnya seperti jenis pekerjaan, volume dan kebutuhan manpower akan anda butuhkan untuk menyusun rencana mobilisasi ini. Pengalaman anda di lapangan juga akan sangat mempengaruhi kecepatan dan ketepatan anda dalam menentukan kapan waktu yang tepat bagi anda untuk memobilisasi sumber daya (tenaga kerja, material dan alat).